SUMBER KEADILAN
Jikalau anda memikul besi panjang sembari melewati jalanan sempit yang berkelok-kelok, apakah hal tersebut terbayang mudah? tentu tidak. Lalu, untuk bisa sampai pada tujuan, apakah besinya yang dibengkokkan mengikuti kelokan, ataukah jalanannya yang di luruskan mengikuti besi?
Besi itu ibarat hukum, aturan, SOP, Undang-Undang, dan semacamnya. Sedangkan jalanan sempit berkelok ibarat realita kehidupan. Adapun si pemikul besi ibarat prangkat penegak hukum atau para penegak aturan.
Anda tidak akan membengkokkan besi tersebut secara langsung mengikuti setiap tikungan di jalan. Dan anda juga tidak mungkin merubah setiap belokan menjadi jalanan lurus demi sepotong besi yang anda pikul. Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan?
Bagaimana dengan seorang hakim yang membaca teks hukum bahwa siapapun yg mencuri maka baginya hukuman penjara 5 tahun, lalu mendapati di hadapannya seorang kakek tua renta yang telah terbukti melakukan pencurian karena kelaparan. Apakah kemudian putusan penjara 5 tahun dijatuhkan sesuai dengan undang-undang, ataukan putusan bebas diberikan lantaran melihat kondisi si kakek?
Teman-teman, teks dan konteks seringkali bertolak belakang. Aturan yang ada dengan realita kehidupan juga kadang tidak sejalan. Pikiran-pikiran ideal bersebrangan jauh dengan keyataan-kenyataan. Lalu apakah kedua hal yang tidak sejalan harus selalu dikompromikan? Jawabannya tentu tidak!
Biarkanlah apa yang berbeda tetap berbeda. Undang-undang itu statis, begitulah hakikatnya. Manusia itu dinamis, begitulah fitrahnya. Cukup letakkan kebijaksanaan diantara keduanya, maka ujung keadilan mulai terlihat.
Dalam islam sholat 5 waktu hukumnya wajib dengan segala rukunnya. Seorang muslim yang sakit tetap wajib melaksanakan sholat. Tidak ada kompromi soal ini. Namun dia bisa bersuci dengan tayammun, lalu sholat dengan duduk, berbaring, atau dengan isyarat mata.
Jadi bukan karena sakit lalu kemudian kewajiban sholat menjadi gugur, dan bukan pula meskipun sakit sholat tetap harus dilaksanakan sesuai rukun awalnya. Tetapi Allah yg maha bijaksana memberi rukhsah bahwasanya sholat hukumnya tetap wajib dengan penyesuain tertentu. Besi tetap harus di bawa melewati jalan berkelok tetapi posisinya bisa dibalik ke atas. Si kakek tetap harus di putus bersalah karena perbuatannya namun sangsinya adalah penjara 0 hari. Keadilan itu penting namun rasa adil sungguh lebih penting. That's the main source!
SUMBER KEADILAN
Reviewed by nashihul
on
September 17, 2022
Rating: 5