OASIS DI TENGAH GURUN
Mungkinkah jiwa ini mengalami obesitas. Bertumpuk lemak dosa dan kesalahan. Mengandung maksiat yang berkarat. Semponyongan diajak berjalan. Ketika dipikul mengapa ia sangat berat. Bagai bumi dihempas ke pundak. Patah tulang rontok semangat. Apa gerangan yang menjangkiti jiwa ini. Sampai-sampai susah betul diajak beribadah.
Waktu tiba-tiba berlalu dihadapan. Raut wajahnya sedikit memerah. Sepertinya dia sedang marah. Marah melihat manusia yang selalu meremehkannya. Dia datang membawa setumpuk kesempatan, sayangnya si jiwa lagi sakit. Tidak mampu menyambut kehadiran waktu. Akhirnya waktu pergi dengan penuh kecewa. Ia berjanji tak akan kembali dalam beberapa masa.
Di pojok ruangan hawa nafsu sedang murung. Meratapi kawan yang sedang ditawan. Satu bulan baginya waktu yang sangat panjang. Rupanya ramadhan memisahkan dia dengan sang kekasih. Setan laknatullahi'alaih. Mereka berdua adalah kombo mematikan. Mampu menekuk jiwa dan mencekik waktu. Garis tekukan itu membekas, menghadirkan trauma pada jiwa. Sehingga tanpa digoda pun kadang jiwa lalai dan bermaksiat sendiri. Allahummaghfirlana.
Kini waktu datang kembali dengan penuh harap, ia menghampiri jiwa yang telah pulih. Mereka tersenyum saling sapa dan bercengkrama. Lalu bergegas menuju penghujung bulan. Mengais sisa-sisa keberkahan yang tertinggal pada detik terakhir bulan ramadhan. Apa lagi yang membuatmu menunda wahai manusia?
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
"Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan" (HR Ahmad)
Keren om 👍
BalasHapus