SELERA AGAK LAIN

Mulai dari klaster BPJS yang diubah, UKT yang dinaikkan, hingga kewajiban Tapera bagi semua kalangan. Orang hebat manakah yang mampu meresahkan rakyat dengan tiga kebijakan gokilnya. Kepentingan apa lagi yang dapat mencabut rasa welas asih dari hati seorang manusia.

Belum selesai derita yang satu muncul derita lainnya. Rakyat miskin dilarang sakit. Dilarang sekolah. Dilarang menikmati hasil jerih payahnya dengan tenang. Dikuntit, dikejar, diperas. Segala tindakan dilandasi hujjah yang dangkal. Menggunakan instrumen hukum dengan mata tertutup. Rakyat seumpama handuk kering yang diperas. Kasihan!

Betapa pentingnya orang berpengetahuan yang memegang kendali. Mengerti haluan dan memiliki empati. Semua manuver yang dia lakukan pasti terkonsep matang dan tidak menyakiti hati orang lain. Tidak menimbulkan keresahan dan kerugian bagi rakyat. Berwawasan luas memiliki kedalaman rasa. Figur yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini.

Akan tetapi selera bangsa ini berbeda. Unik dan tidak biasa. Sangat suka dengan hal-hal lucu dan konyol. Merekapun lucu-lucu. Dikasih 50 ribu untuk lima tahun penderitaan. Diterimanya dengan bungkuk dan tertawa. Maka berlanjutlah cerita dan derita. Hingga batas waktu yang entah sampai kapan. Apakah Tuhan sedang menghukum negeri ini? Ataukah Dia sedang menguji bangsa ini? Yang terjadi mungkin itulah yang terbaik. Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.